3 Komponen Laporan Arus Kas yang Wajib Diketahui Pebisnis

Pengelolaan arus kas yang baik dalam sebuah bisnis menjadi kunci bagi kelangsungan bisnis. Arus kas yang dikelola dengan baik sangat penting demi keberhasilan suatu bisnis dan perusahaan. Banyak bisnis yang gagal pada tahun pertama pendirian karena masalah arus kas, mulai dari pengeluaran perusahaan yang terlampau besar dari pendapatan sampai pada pengeluaran sama dengan pendapatan perusahaan.

Lantas kenapa arus kas menjadi suatu hal yang penting bagi bisnis? Lalu bagaimana cara membaca dan menganalisis laporan arus kas? Sekalipun Anda bukan pemilik bisnis dan hanyalah admin atau akuntan, Anda memiliki tanggung jawab terhadap kondisi demikian. Nah di bawah ini ada beberapa hal yang berkaitan dengan arus kas yang wajib Anda ketahui.

Apa itu arus kas?

Arus kas secara sederhana didefinisikan sebagai arus keluar dan arus masuk atau sering kali dikenal dengan istilah uang masuk dan uang keluar. Arus kas ini bisa disebut sebagai pemasukan dan pengeluaran uang tunai pada suatu perusahaan dengan jangka harian, mingguan, hingga dalam jangka waktu tertentu. Nah untuk menyusun itu, anda bisa coba aplikasi kas masuk dan keluar https://www.jurnal.id/id/fitur/kas-transaksi/ untuk usaha kecil Anda dari Jurnal.

Masalah yang sering terjadi pada arus kas ini ketika pengeluaran perusahaan lebih besar dibandingkan pendapatan. Pada kenyataannya, pendapatan yang lebih besar dari pengeluaran bisa menjadi penyebab masalah arus kas. Nah setidaknya ada tiga kategori yang bisa menyebabkan masalah arus kas.

  • Defisit: Pengeluaran > Pendapatan = Hutang

Kondisi ini terjadi saat perusahaan terpaksa berhutang demi menutupi pengeluaran. Kondisi ini sering kali terjadi karena mendahulukan keinginan dan kepuasan pribadi daripada kebutuhan perusahaan.

  • Impas: Pendapatan = PengeluaranĀ 

Kondisi ini tidak separah defisit. Hal ini terjadi karena alokasi dana tidak memberi manfaat keuangan perusahaan. Penyebab dari penghasilan tidak tersisa ini karena kurang cermat dalam mengelola penghasilan perusahaan.

  • Surplus: Pendapatan > Pengeluaran = OK

Kondisi ini bagus. Pengeluaran dan pendapatan sudah sesuai dengan perencanaan keuangan. Dengan demikian menandakan telah berhasil mengendalikan keuangan perusahaan. Akan tetapi kondisi ini bisa menjadi masalah baru apabila dana tidak bisa dikelola dengan baik.

Laporan arus kas

Sebagai upaya mengetahui kondisi kas keuangan suatu perusahaan maka dibutuhkan laporan arus kas yang berkaitan dengan catatan perubahan pada kas ataupun setara kas (investasi jangka pendek yang likuid atau cair).

Aktivitas operasional atau operating

Aktivitas operasional ini adalah kumpulan dari aktivitas yang bisa memberikan pengaruh kas atau keuangan perusahaan. Aktivitas operasional ini dibagi dua yaitu aktivitas masuk dan aktivitas keluar. Aktivitas kas masuk pada umumnya berasal dari penerimaan maupun penjualan. Sedangkan aktivitas kas keluar seringkali berasal dari pembayaran gaji karyawan, kebutuhan perusahaan seperti pajak ataupu hutang dan pinjaman.

Aktivitas investasi atau investing

Aktivitas arus kas investasi berkaitan dengan pemasukan atau pengeluaran dana dengan pembelian atau penjualan aktiva tetap. Yaitu kekayaan perusahaan yang mempunyai manfaat jangka panjang dan tidak diperjual belikan sepeti tanah, gedung, pertokoan ataupun gudang yang bisa menunjang kegiatan perusahaan.

Arus kas pada komponen ini bersumber dari penjualan aktiva tetap, sebut saja seperti penjualan properti. Sementara arus keluar aktivitas investasi berasal dari pengeluaran untuk pembelian aktiva tetap.

Aktivitas pendanaan atau financing

Aktivitas pendanaan ini berasal dari transaksi yang berkaitan dengan pengurangan maupun penambahan modal. Arus masuk bersumber dari penjualan surat berharga ekuitas seperti saham. Sementara arus kas keluar dari pembelian saham dan pembayaran hutang jangka panjang guna mendapatkan saham kembali.