5 Kuliner Paling Khas Di Kota Semarang, Semua Enak!

SEMARANG (jatengtoday.com) – Jalan-jalan ke Semarang, jangan lupa cicipi kulinernya. Selain memiliki berbagai destinasi wisata menarik, Ibu Kota Jawa Tengah ini juga menyajikan aneka kuliner khas yang melegenda. Dari mulai yang berbentuk makanan, hingga jajanan yang bisa untuk oleh-oleh.

Berikut beberapa kuliner yang paling populer di Kota Semarang.

1. Lunpia

Lunpia Semarang. (ricky fitriyanto/jatengtoday.com)Jika sedang mengunjungi Kota Semarang jangan sampai tidak mencicipi lunpia sebagai kuliner paling khas di kota ini. Saking tersohornya, hingga membuat Semarang dijuluki sebagai Kota Lunpia.

Lunpia ini terbuat dari adonan tepung yang digulung, kemudian diberi isian dan digoreng. Untuk isian lunpia sendiri sangat bervariasi. Mulai dari rebung, daging ayam, udang, telur orak-arik, bawang putih, hingga potongan sayuran.

Perpaduan itulah yang membuat cita rasa lunpia Semarang semakin nikmat. Bahkan saat ini lunpia sudah bertransformasi dalam berbagai bentuk, seperti keripik lumpia.

Untuk bisa mendapatkan penganan ini, wisatawan tak perlu khawatir. Pasalnya, selain tersedia di toko-toko besar seperti Lunpia Cik Me Me, Lumpia Delight, dan Lunpia Mbak Lien, juga mudah ditemui di warung-warung kecil sepanjang jalan.

Jika kesulitan, bisa saja beli di Pusat Oleh-oleh Pandanaran. Ada banyak penjual di situ. Harga per potong kisaran Rp 10.000 – Rp 17.000.

2. Bandeng Duri Lunak

Bandeng Duri Lunak. (ricky fitriyanto/jatengtoday.com)Bendeng duri lunak atau presto juga menjadi alternatif kuliner khas Kota Semarang. Kuliner ini sangat tepat dijadikan buah tangan. Sebab, memberi sensasi makan ikan dengan duri yang cukup lunak untuk disantap.

Sesuai namanya, kuliner ini berbahan dasar ikan bandeng yang dimasak dengan cara dipresto. Presto merupakan sebuah teknik memasak dengan menggunakan tekanan uap air yang tinggi. Biasanya panci akan dikunci rapat agar airnya tidak meluap.

Kandungan gizi kuliner ini tinggi. Yang membuatnya nikmat, bandeng diolah dengan resep bumbu khusus. Akan semakin nikmat ketika disajikan bersama sambal pedas manis.

Ada banyak sentra bandeng duri lunak di Kota Semarang. Seperti Bandeng Presto, Bandeng Juwana, Bandeng Bonafide, Kampoeng Semarang Bandeng Presto, Bandeng Presto Juanda, dan masih banyak yang lainnya.

Untuk harganya sendiri cukup variatif, tergantung beli di toko mana dan kualitas yang seperti apa. Rata-rata kisaran Rp 70.000. Jangan khawatir untuk menjadikannya sebagai oleh-oleh karena bisa bertahan cukup lama.

three. Garang Asem

Garang Asem. (cookpad.com)Satu lagi kuliner yang terkenal di Kota Semarang, yaitu garang asem. Dalam sejarahnya, garang asem sebenarnya merupakan kuliner tradisional Jawa Tengah. Sehingga, selain ada di Semarang juga mashur di Kudus, Demak, Pati, Grobogan, hingga Pekalongan.

Secara umum, garang asem berbahan dasar ayam, kuah santan, cabai, belimbing sayur. Tetapi dari segi penyajian dan cara memasak, masing-masing daerah memiliki cara tersendiri. Di Pekalongan, garang asem disajikan di atas piring.

Sementara di Kota Semarang, garang asem dimasak dengan cara dibungkus daun pisang dan ditutup menggunakan lidi. Hal inilah yang biasanya semakin memikat para pecinta kuliner.

Olahan garang asem ini didominasi rasa asam dan pedas. Enaknya dihidangkan saat masih panas. Lebih nikmat jika disajikan bersama nasi hangat, jeroan ayam, tempe goreng, dan perkedel.

Kuliner ini mudah ditemui di Semarang. Bahkan di warung-warung kecil juga banyak yang menyajikan garang asem. Tak terkecuali di restoran dan rumah makan yang kini bisa diakses melalui layanan pesan makanan online.

4. Mi Kopyok

Mi Kopyok. (cookpad.com)Olahan berbahan dasar mi telah meramaikan dunia kuliner sejak puluhan tahun lalu. Di Kota Semarang, ada kuliner serupa bernama Mi Kopyok. Sebagian masyarakat juga mengenal mi kopyok dengan nama mi teng-teng dan mi lontong.

Mi kopyok sendiri diolah dengan tambahan tetelan daging serta olahan bumbunya yang khas. Sajian mi kopyok semakin istimewa karena tambahan kerupuk gendar, yakni sejenis kerupuk yang dibuat dari adonan nasi yang gurih dan renyah.

Sebenarnya mi kopyok memiliki banyak varian. Masing-masing penjual biasanya melakukan inovasi. Ada yang menambahkan lontong, irisan tahu kecil, dan tauge yang telah direbus lalu diberi bumbu air bawang putih sebagai pelengkap.

Mi kopyok bisa dijumpai di beberapa warung makan di Kota Semarang. Beberapa rekomendasi yang menjual kuliner tradisional ini seperti Mi Kopyok Pak Dhuwur, Mi Kopyok Simpang Lima, Mi Kopyok Pak Ngadi, Mi Kopyok Mbak Rika, dan masih banyak yang lainnya.

Beberapa penjual bahkan ada yang masih memasak dengan cara yang sangat tradisional. Untuk harganya sendiri cukup terjangkau, kisaran Rp 10.000.

5. Tahu Gimbal

Tahu Gimbal. (cookpad.com)Tahu gimbal merupakan salah satu kuliner khas Kota Semarang yang diolah berdasarkan perpaduan antara tahu goreng dan bakwan udang sebagai komposisi utamanya. Nama gimbal ternyata sebutan untuk udang digoreng pakai telur bagi orang Semarang.

Di dalam menu yang satu ini juga terdapat tambahan potongan lontong dan kol yang kemudian disiram bumbu kacang plus petis. Perpaduan olahan itulah yang membuat kuliner ini semakin menggugah selera semua orang yang menatapnya.

Jika ingin menikmati satu porsi tahu gimbal, biasanya akan ada tambahan kerupuk udang renyah sehingga semakin lezat dan gurih untuk dinikmati.

Beberapa kedai yang menjual tahu gimbal di antaranya Tahu Gimbal Lumayan Pak Man, Tahu Gimbal dan Es Campur Pak Edi, Tahu Gimbal dan Soto Neo, serta masih banyak yang lainnya. Untuk harganya sendiri hanya kisaran Rp 15.000. (*)

editor : ricky fitriyanto